“Manusia dibekali hati
nurani oleh Tuhan.”
Saya
sangat percaya hal tersebut. Hati nurani akan berkolaborasi dengan pikiran
(otak) saat kita dihadapkan pada sebuah pilihan (salah/benar, baik/butuk). Otak
akan berfikir segala strategi yang akan kita ambil dan hati nurani akan
memfilternya (memisahkan yang baik dan tidak). Iya, memfilternya. Tahu maksudnya
guys? Hati nurani ini semacam em em em apa ya perumpamaan yang tepat, mungkin
semacam “alarm peringatan” saat kita melakukan tindakan yang salah maka hati
nurani akan mengatakan salah, dan saat kita melakukan tindakan yang benar maka
hati nurani akan mengatakan benar. Saat pikiran kita ingin melakukan tindakan
yang buruk/salah tapi kita tetap melaksanakan nya itu berarti kita berbohong
pada diri kita sendiri. Sebenarnya hati nurani manusia selalu berfungsi,
semuanya tergantung pada masing-masing individu itu sendiri mau ke jalan yang
mana, berjalan ke jalan baik atau buruk buruk.
Hati
nurani seseorang akan berkurang fungsinya ketika kita terus menerus melakukan
kesalahan yang sebenarnya kita sendiri sudah tahu hal itu salah. Mata hati akan
tertutup oleh debu-debu kebohongan diri sendiri. Dan akhirnya jati diri lambat laun akan hilang, ia akan semakin
terperosok dan semakin kelam pada lembah kebohongan. Kebohongan terhadap diri
sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar