Rabu, 29 Januari 2014

Hati Nurani

“Manusia dibekali hati nurani oleh Tuhan.”
Saya sangat percaya hal tersebut. Hati nurani akan berkolaborasi dengan pikiran (otak) saat kita dihadapkan pada sebuah pilihan (salah/benar, baik/butuk). Otak akan berfikir segala strategi yang akan kita ambil dan hati nurani akan memfilternya (memisahkan yang baik dan tidak). Iya, memfilternya. Tahu maksudnya guys? Hati nurani ini semacam em em em apa ya perumpamaan yang tepat, mungkin semacam “alarm peringatan” saat kita melakukan tindakan yang salah maka hati nurani akan mengatakan salah, dan saat kita melakukan tindakan yang benar maka hati nurani akan mengatakan benar. Saat pikiran kita ingin melakukan tindakan yang buruk/salah tapi kita tetap melaksanakan nya itu berarti kita berbohong pada diri kita sendiri. Sebenarnya hati nurani manusia selalu berfungsi, semuanya tergantung pada masing-masing individu itu sendiri mau ke jalan yang mana, berjalan ke  jalan baik atau buruk buruk.
Hati nurani seseorang akan berkurang fungsinya ketika kita terus menerus melakukan kesalahan yang sebenarnya kita sendiri sudah tahu hal itu salah. Mata hati akan tertutup oleh debu-debu kebohongan diri sendiri. Dan akhirnya jati diri  lambat laun akan hilang, ia akan semakin terperosok dan semakin kelam pada lembah kebohongan. Kebohongan terhadap diri sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar